Langsung ke konten utama

#CERITAKU, Kesalahan untuk Pengalaman

Seperti biasa jika ada waktu senggang, setiap hari minggu gue usahain untuk ikut kajian di daerah kota tempat tinggal gue sendiri, ya Bekasi.
Hari ini gue ikut 2 kajian sekaligus dengan pemateri dan materi yang berbeda namun di tempat yang sama, tapi hari ini menurut gue hetic banget selain emang udah niat buat datang kajian, gue dapat kabar kalo gue lolos seleksi interview buat jadi komite salah satu komunitas hijab di Bekasi, jangan ditanya rasanya gimana, udah pasti gue seneng banget tapi disisi lain gue ngga mau menyia-nyiakan ilmu yang akan gue dapat dari 2 kajian ini. Okay gue puter otak berusaha buat manage waktu gimana pun caranya semuanya harus bisa terlaksana.
Oke paginya gue usahain sebelum berangkat kajian, tugas rumah harus udah beres. Oke mungkin kalian bingung dimana letak heticnya. Gue ceritain nih tepat pukul 08.30 gue udah rapi, gue coba hubungi temen gue yang mau berangkat bareng, gue whatsapp ngga deliv, gue telpon ngga diangkat, bingung kan pasti jadi gue sedangkan acara dimulai pukul 09.00, belum lagi estimasi waktu perjalanan untuk sampai sana, belum lagi hambatan-hambatan yang mungkin aja terjadi, gue samperin dia kerumahnya dan alhasil dia masih tidur oh my god ya Allah, oke masih gue tunggu, akhirnya baru jalan beberapa menit turunlah hujan kecil namun kalo nekat kuyup-kuyup juga dan akhirnya kita neduh, yaudah akhirnya kita ngaret sampai ke tempat kajian pertama yang hampir usai.
Move ke kajian kedua dan ternyata acaranya ngaret juga dari jadwal yang disesuaikan, sedangkan gue ada interview jam 1,  gue coba minta toleran sama admin dari komunitas tersebut, dan akhirnya disetujui, oke gue ikutin kajian kedua sampai selesai itu sekitar jam 3an, usai kajian kedua gue langsung jalan ke tempat interview selesai jam 5, bodohnya gue usai kajian kedua tadi itu pas banget memasuki ashar tapi gue bela-belain nunda sholat cuma buat interview, oke intinya di interview tersebut beda banget sama ekspetasi gue disini gue nyesel banget kenapa lebih utamain duniawi daripada akhirat, sampai akhirnya gue baru sholat ashar jam 5.
Gue bener-bener ambil hikmah banget dari kejadian hari ini, entah apa mungkin restu dari orang tua yang ngga full ngizinin gue buat ikut kajian atau gimana gue juga masih nggak ngerti, tapi gue ambil positifnya aja dari yang telat datang kajian karena kesiangan, karena hujan, karena macet, karena ada acara lain yang harus dipenuhi juga, disitu gue mikir bahwa Allah sedang menuntun dan mengajarkan gue gimana caranya membagi waktu duniawi tanpa mengesampingkan soal akhirat, dan hari ini juga gue ketemu sama orang-orang baru yang punya karakter dan sifat yang berbeda dari masing-masing komunitas yang gue ikutin. Ya intinya menurut gue hari ini hetic banget lah ya, kalo diceritain semua, bisa keriting ini jari gue hehe, tapi yasudahlah hikmahnya sudah gue petik bahwa kesalahan harus dijadikan pengalaman kedepan agar tidak terulang, dan yang paling penting lagi jangan pernah meninggalkan yang baik dari Allah demi manusia untuk kepentingan duniawi.

Komentar

  1. terimakasih atas informasinya dan jangan lupa kunjungi kami di https://semaniswajah.blogspot.com/?m=1

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#CERPEN, Jogja dan Kenangan serta Apa Arti Pulang

            Awan hitam berkumpul pada langit Jakarta dini hari. Aku berjalan menyusuri lorong Stasiun Pasar Senen menuju percetakan tiket boarding pass. Setelah drama yang panjang, akhirnya aku bisa mengambil cuti. Menjadi kacung di Jakarta sejatinya bukanlah sebuah impian tapi kini menjadi pilihan yang dijalankan.             Persiapan keberangkatan Kereta Bengawan dengan tujuan akhir Stasiun Wonosari akan diberangkatkan pukul 06.00 WIB.             Intruksi petugas membuatku bangkit dari kursi tunggu, ku lihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri ku, pukul 05.40 artinya masih ada waktu 20 menit lagi sebelum keberangkatan. Aku memasuki Gate 3 menyerahkan tiket juga kartu identitas disusul mencari gerbong kereta 6 seat 3D, tepat disamping jendela. Spot favoritku.       ...

#HANYA SUDUT PANDANG, Selembar Kain

Muslimah tentu tidak akan pernah terlepas dari yang namanya Hijab. Hijab merupakan ciri khas utama umat muslim kaum Hawa. Dalam Al-quran dan Hadist sangat tertera jelas bahwa berhijab atau lebih luasnya menutup aurat merupakan sebuah kewajiban bukan untuk trend semata, bukan untuk menarik perhatian, atau bahkan untuk menutupi sesuatu yang sangat tidak diinginkan, nauzubillah min dzalik . Untuk era modern seperti ini, banyak sekali model hijab yang mungkin saja dapat menyalahgunakan aturan yang tidak sesuai dengan yang diperintahkan didalam Al-quran dan Hadist. Sebagian umat muslimah yang mengerti maka akan menggunakan hijab sebagaiman mestinya, tapi bagaiman dengan muslimah (maaf) yang pengetahuan agamanya minim? Sungguh miris bukan? Itu tugas kita sebagaimana sesama saudara muslim, untuk sama-sama merangkul dan saling menegur saat diantara kita berbelok ke jalan yang tidak diridhoi-Nya. Namun, tak jarang muslimah berhijab dengan tujuan yang lain, bukan karena lillahi ta'...