Kemarin saat gue dalam perjalanan menuju salah satu Mall dekat rumah, banyak banget insiden yang menurut gue amazing banget dihari itu, dari mulai berangkat hingga gue balik lagi kerumah semua keadaan itu bukan menurun justru semakin meningkat. Gue sebut ini penyakit menular dari Ibu Kota (macet).
Biasanya untuk menuju Mall ini pada keadaan normal itu dapat ditempuh minimal 25 menit dengan kecepatan kendaraan bermotor maksimal 40km/jam, telebih jika jalanan lengang bisa lebih cepat dari waktu itu, tapi kemarin beda benar- benar beda, gue juga ngga ngerti kenapa bisa macet sampai separah itu. Benar memang jalanan itu selalu macet hampir tiap harinya baik weekday maupun weekend, entahlah apa yang membuat hari kemarin itu terasa benar-benar lama dan sangat melelahkan, mungkin karena kemarin hari sabtu dan malam minggu? Ah bisa jadi, tapi kali ini menurut gue benar-benar gila dan membuat orang bisa-bisa stres kali ya.
Gue akan cerita saat perjalanan pulang dari Mall itu, saat itu gue pergi ditemani adik kelas waktu sekolah SMK dulu, baru aja keluar dari Mall itu udah macet banget parah susah gerak, beruntung gue bawa kendaraan roda dua, bisa cari celah jalan-jalan kecil samping mobil dan angkutan umum, gue pikir karena ini jalur pertemuan 3 arah wajar aja kalo macet kaya gini, ternyata gue salah kemacetan ini terua berlanjut sampe gue masuk ke dalam gang arah rumah gue, wow amazing bukan? Bisa dirasain capeknya kaya apa, dan harus diketahui juga perjalanan ini hampir memakan waktu 1 jam yakni 50 menit aduh ya ampun.
Kamacetan ini belum berakhir, gue harus antar adik kelas gue dulu kerumahnya, yang jaraknya ngga jauh-jauh banget, 15 menit juga bisa nyampe dalam kondisi jalanan normal, tapi kemarin? Gue kira kemacetan itu udah berakhir, ternyata jalanan menuju rumahnya pun sangat macet bahkan lebih parah karena kondisi jalanan yang kecil, jangankan mencari celah jalan, berjalan pun sangat lama mungkin karena jalanan itu pertemuan 5 arah. Waktu yang ditempuh disini paling lama banget 1 jam guys, lebih amazing lagi kan? Gue on the way jam 6 sore kembali sampai rumah jam 7 malam. Gila ngga tuh macetnya? Ngga kebayang banget kalo gue tinggal di Ibu Kota, bisa-bisa ngga kemana-mana gue.
Ya begitulah penyakit Ibu Kota yang kini menular pada Kota tetangganya. Entah apa yang harus dilakukan lagi untuk menghilangkan kemacetan ini, eh salah maksudnya mengurangi karena gue tau kemacetan tidak akan pernah bisa dihilangkan. Mungkin saat ini yang terlintas di pikiran gue, kenapa kita (Masyarakat) khususnya yang tinggal di daerah Ibu Kota dan sekitarnya tidak bisa menghilangkan kebiasaan mengendarai kendaraan pribadi? Ya wajar sih memang, toh kendaraan itu dibeli dengan uang masing-masing, tetapi kalo kita belajar dari Negara Luar yang maju, mereka bisa diatur, mereka bisa disiplin walau tanpa kendaraan pribadi yang mereka punya. Kemana pun mereka, sekali pun ke kantor mereka selalu bisa menggunakan kendaraan umum, entah bus, commuter line, atau angkutan umum. Keliatannya sepele tapi itu bisa mengurangi kemacetan lho. Sekarang coba deh kita belajar menyukai kendaraan umum yang telah disediakan pemerintah, kita dukung rencana pemerintah untuk mengatasi kemacetan ini, kalau kita aja tidak mendukung, bagaimana negara kita akan bisa maju? Mau sampai kapan Ibu Kota terus terasa sesak dan padat akibat ulah kita sendiri. Jangan salahkan pemerintah, tapi coba intropeksi diri sendiri.
terimakasih atas informasinya dan jangan lupa kunjungi kami di https://semaniswajah.blogspot.com/?m=1
BalasHapus